Hukum dan Kriminal

Kasus Kematian Chaca, Pelaku Mengarah ke Mantan Pacar

SWARAQTA-Kasus kematian adik Chaca di Kabupaten Poso, Sulteng, hingga kini polisi masih menunggu hasil tes Deoxyribonucleic Acid (DNA) di Mabes Polri.

Kematian Shalsa Bella Agustin alias Chaca disebuah kos pada Oktober 2024, masih menjadi tanda tanya siapa pelaku yang tega menghabisi nyawa gadis cantik tersebut.

Hingga di tahun 2026, polisi masih terus bekerja untuk mengungkap kasus kematian Chaca, meskipun mendapat tanggapan negatif dari masyarakat soal penanganan kasus Chaca, polisi pastikan akan mengungkap semuanya.

Kepada jurnalis, Kasat Reskrim Polres Poso, IPTU I Made Deva Dwi Guna mengatakan, hasil tes DNA akan memperlihatkan siapa pelaku pembunuhan Chaca.

“Kami akui masih punya kekurangan, sejauh ini progresnya menunggu hasil DNA. Karena ada beberapa babuk yang belum diambil DNA nya seperti daster kuning milik korban dan sarung bantal di lokasi. Kami menunggu hasil DNA itu,” ujarnya. Kamis (1/10/2026).

Menurut Kasat Deva, dalam kasus kematian Chaca, ada Target Operasi (TO) seorang pria berinisial IPD diduga pelaku utama pembunuhan didalam kos.

Dari analisa kepolisian motif baru kasus kematian Chaca, kata Kasat jika IPD itu kecewa dengan korban, terkait masalah janji ingin bertemu lalu dibatalkan korban.

“Sebelumnya banyak sekali motif yang kami analisa, mulai dari masalah asmara, lalu obat terlarang namun gugur semua. Ini muncul lagi motif baru dari IPD. Nantinya dari IPD itu muncul pelaku-pelaku yang terlibat,” jelasnya.

Sementara itu, hasil DNA di sebuah handuk yang berada di TKP juga mengarah ke pelaku IPD.

Saat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ucap Kasat, IPD mengaku tidak mengenal korban Chaca, bahkan tidak pernah ketemu dan tidak pernah masuk kedalam kos korban.

“Namun dari saksi-saksi mengaku, IPD dan korban Chaca pernah pacaran, lalu hasil DNA sidik jari disebuah handuk yang menutupi jenazah korban menunjukan ada sidik jari IPD,” ungkap Kasat Reskrim kepada jurnalis.

Pihak Satreskrim Polres Poso terus bekerja mengungkap kasus pembunuhan Chaca, bekerja profesional meskipun mendapat komentar dari masyarakat.

“Polisi tetap bekerja profesional, kasus ini masih terus ditangani. Mohon doa dan dukunganya agar secepatnya terungkap,” pungkasnya.

Laporan : Ryandar

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

You cannot copy content of this page