Lifestyle

Y.PAL Ajak Pemangku Kepentingan Kolaborasi Pemulihan Pasca Gempa

SWARAQTA- Yayasan Panorama Alam Lestari (Y.PAL) Kabupaten Poso, Sulteng, melaksanakan Kegiatan Lokakarya Pemangku Kepentingan, Kamis (25/9/2025).

Kegiatan ini bagian dari program ToGERHER (Towards Greater Effectiveness and Timeliness in Humanitarian Emergency Response), dengan tema “Menyelaraskan langkah-langkah pemangku kepentingan, Peluang dukungan para pihak menuju pemulihan (rehabilitasi dan rekonstruksi) berbasis kolaborasi pasca gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Poso”.

Hadir sebagai pemateri Y.PAL dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Poso diikuti 50 peserta berlangsung di Hotel Kartika, Kelurahan Kayamanya.

Yopi Hary Direktur Y.PAL menyampaikan, jika gempa bumi berkekuatan 5.7 M yang mengguncang wilayah Pamona Tenggara telah menimbulkan dampak signifikan terhadap kondisi sosial, ekonomi, pendidikan, dan infrastruktur masyarakat.

Dampak gempa itu meliputi kerusakan bangunan, terganggunya aktivitas pendidikan, hingga meningkatnya kerentanan kelompok rentan.

Menurutnya, dalam kondisi pascabl bencana, dibutuhkan koordinasi yang intensif antar pemangku kepentingan guna memastikan efektivitas penanganan, menghindari duplikasi bantuan, memperkuat pemetaan kebutuhan, serta membangun kesamaan persepsi dalam perumusan kebijakan.

Kata Yopy selain itu, penting dilakukan penyelarasan langkah menuju rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) yang terintegrasi, termasuk akses terhadap Dana Siap Pakai (DSP) BNPB, penyediaan ruang belajar sementara untuk Paud, SD, dan SMP, serta mobilisasi sumber daya untuk pemulihan.

Sebagai upaya membangun koordinasi yang lebih erat, diperlukan penyelenggaraan Lokakarya para pihak yang melibatkan unsur pemerintah, lembaga penanggulangan bencana, organisasi masyarakat sipil, akademisi, sektor swasta, serta media untuk merumuskan langkah bersama menuju pemulihan berkelanjutan pasca gempa.

“Kegiatan ini mendorong terbangunnya koordinasi yang intens dan kesamaan persepsi antar pemangku kepentingan, dalam rangka pemetaan respon lanjutan, serta penyusunan arah kebijakan menuju fase rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa,” ungkap Yopi Hary.

Kegiatan Lokakarya Pemangku Kepentingan ini 50 orang hadir terdiri yaitu BPBD Poso, Bapelitbangda Poso, DPMD, Dinas Pendidikan, Dinas kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perumahan, Dinas Pekerjaan Umum, Kesbangpol, Camat Pamona Tenggara, Kapolres Poso, Dandim 1307, PT Poso Energi, PMI, LSM/organisasi dan media.(RyN)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

You cannot copy content of this page