Demi Keselamatan Kerja, Puluhan Peserta Uji K3 Konstruksi Dinas PUPR Poso
SWARAQTA-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, melaksanakan Uji Sertifikasi Keselamatan Kerja Konstruksi (K3) Jenjang 6 Tahun 2025.
Kegiatan ini berlangsung di gedung Aula Dinas PUPR Poso, Kelurahan Kawua, Kecamatan Poso Kota Selatan, Rabu (24/9/2025), dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas (Kadis) PUPR Poso.
Sebanyak 50 peserta dari Poso, Kota Palu, Tojo Una-Una dan Kabupaten Parigi Moutong antusias mengikuti uji sertifikasi K3 ini.
Mappatunru Usman selaku Kadis PUPR Poso dalam sambutannya menyampaikan, sebagai mana yang diamanatkan dalam UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, dan aturan K3 konstruksi terbaru, yaitu diatur ketentuannya pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi, yang mengamanatkan para pelaku konstruksi agar menerapkan tentang Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).
“Pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terletak pada perlindungan terhadap tenaga kerja dari bahaya kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang dilaksanakan, dan pada gilirannya meningkatkan produktivitas dan efisiensi perusahaan, mengurangi biaya operasional, serta membangun reputasi perusahaan yang positif,” ucapnya.
Menurut Kadis, jika penerapan K3 menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat sehingga karyawan dapat bekerja secara optimal, menjaga kesejahteraan mereka, dan mencegah kerugian finansial bagi perusahaan.
PUPR sebagai dinas yang membidangi kegiatan konstruksi, sesuai dengan ketentuan penyusunan kerangka acuan kerja dan spesifikasi teknis dimana penerapan K3 dalam kegiatan kontruksi yaitu wajib untuk dilaksanakan.
Kata Mappatunru minimal penggunaan APD berstandar SNI, wajib tertuang dalam kontrak kerja, dan persyaratan administrasi wajib membuktikan dengan adanya sertifikat K3 berstandar BNSP. Maka kami menganggap penting, untuk melakukan kegiatan ini untuk mempermudah para pelaku konstruksi khususnya di Kabuapten Poso dalam memenuhi standar pelaksanaan kegiatan konstruksi.
Dalam kemajuan pembangunan nasional, khususnya di Sulawesi Tengah, beberapa kabupaten tetangga sudah menjadi focus investasi dengan adanya Smelter terutama pengembangan industry pertambangan mineral dan logam, serta adanya industry manufaktur di sekitarnya.
“Ini merupakan peluang besar bagi kita di kabupaten Poso, untuk mendorong keberadaan tenaga kerja terampil yang memiliki bersertifikat standar yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan tenaga kerja di wilayah-wilayah industry tersebut,” pungkasnya.
Pelaksanaan uji sertifikasi ini juga turut dihadiri Kepala Bidang Cipta Karya PUPR Poso, Yayat Renggah, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Kepala Bidang Bina Konstruksi Pada Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tengah, Dosen Fakultas Untad, Sekretaris PUPR Poso dan undangan lainnya.(RyN)



