Musda XI Golkar Poso, Sesi Mapeda Optimis Terpilih Dukungan Mengalir
SWARAQTA- Sesi Kristina Dharmawati Mapeda, S.H., M.H telah mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Poso, Minggu (28/12/2025).
Pengembalian berkas pendaftaran ini, menandai keseriusan Sesi Mapeda untuk bertarung di Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Poso menjadi calon Ketua DPD II Golkar Poso Periode 2025-2030.
Sesi Kristina Dharmawati Mapeda anggota DPRD Poso dua periode yang lebih dikenal Srikandi Poso didampingi sang suami, LO dan simpatisanya datang pukul 16.00 Wita di kantor Golkar Poso untuk mendaftar dihari terakhir.
Kedatangan mereka disambut Ketua Steering Commite (SC) Abdul Muthalib Rimi dan panitia Musda.
Seluruh berkas syarat pendaftaran bakal calon Sesi Mapeda diterima dan lengkap, selanjutnya akan dilakukan verifikasi oleh tim penjaringan sebelum penetapan calon ketua.
Musda XI Partai Golkar Poso berlangsung tanggal 29-30 Desember 2025 di Sekretariat Golkar Poso, Jalan P Sumba, Kecamatan Poso Kota.
Kepada wartawan Sesi Mapeda menegaskan, akan siap bertarung di pemilihan Ketua DPD II Golkar Poso, optimis terpilih karena dukungan mengalir.
Sesi mengatakan, sebanyak 12 Pimpinan Kecamatan (PK) ditambah 4 dari pendiri partai Kosgoro, Penasehat, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Golkar Poso dan Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Poso telah menyatakan memberikan dukungan.
“Jadi ada 16 yang mendukung, 12 PK ditambah 4 sudah menyatakan melalui surat resmi mendukung saya di pemilihan ketua Golkar Poso,” ucapnya.
Mantan Ketua DPRD Poso ini mengucapkan terimakasih kepada para pendukungnya dari PK, organisasi pendiri, organisasi sayap partai hingga penasehat, sehinga Musda XI ini merupakan proses demokrasi yang dipilih langsung oleh pemilik suara.
Sesi menegaskan, sebagai kader siap terpimpin dan mengikuti seluruh arahan pimpinan partai Golkar.
Menurut Sesi Mapeda, Golkar Poso perlu dikelola dengan pendekatan yang lebih membumi dan inklusif. Partai Golkar sebagai partai besar yang kokoh secara organisasi dan menjadi rumah yang nyaman bagi semua kader, tanpa sekat, tanpa jarak, dan tanpa politik eksklusif.
“Kader harus merasa dilibatkan, dihargai dan diberi ruang bertumbuh,” tegasnya.
Jika terpilih sebagai ketua Golkar, salah satu fokus utamanya adalah peningkatan kualitas kader, mendorong rekrutmen dan pembinaan kader muda yang berintegritas, berkompeten, serta memiliki kapasitas kepemimpinan jangka panjang.(RyanD)



