Transparansi Keuangan Sinode GKST, Warga Jemaat Desak Akuntabilitas Anggaran
SWARAQTA- Gelombang aspirasi mengenai perlunya reformasi internal dan pembenahan tata kelola di tubuh Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) terus bergulir.
Keterbukaan manajemen serta akuntabilitas pelayanan dinilai menjadi kunci utama, agar gereja mampu bertahan dan tetap solid di tengah berbagai tantangan zaman.
Sebagai warga jemaat GKST, Dedy Rampalodji, menyuarakan pentingnya kesatuan hati dan kekritisan berpikir dalam mengumuli dinamika pelayanan gereja saat ini.
Menurutnya, perbedaan sudut pandang di antara warga persekutuan seharusnya ditangkap sebagai energi positif untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik.
“GKST sudah melewati banyak badai dan gelombang berdasarkan konteks waktu yang dilalui. Hari ini kita mengumuli pelayanan dalam konteks kekinian, sehingga diperlukan kesatuan hati meskipun ada cara berpikir dan sudut pandang yang berbeda untuk membangun GKST yang kuat,” ujar Dedy kepada jurnalis, Jumat (07/08/2026).
Dedy menekankan, bahwa pembenahan tata kelola gereja harus dilakukan secara terbuka, terutama terkait transparansi keuangan, akuntabilitas penggunaan dana, hingga penegakan disiplin organisasi.
Ia menilai, sikap terbuka dari pihak pengambil kebijakan akan mencegah timbulnya kekecewaan di tengah warga jemaat.
Dedy berharap aspirasi dan pemikiran kritis dari tingkat warga jemaat bawah dapat direspons secara bijak dan profesional oleh Majelis Sinode (MS) GKST. Langkah ini dinilai sangat krusial agar organisasi dapat kembali murni pada rel pelayanannya.
“Sudah waktunya kita terbuka dan benar-benar bersih. Keterbukaan dan keberanian untuk membenahi manajemen tata kelola adalah modal utama agar kepercayaan jemaat tetap terjaga dan pelayanan gereja membawa dampak nyata,” pungkasnya.(Ryandar)



