Lifestyle

Ribuan Ton Beras Petani Sulit Dijual, Ma’mur Anggota DPRD Sampaikan Aspirasi ke Bulog Poso

SWARAQTA- Ma’mur Lapido anggota DPRD Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah dari Partai Golkar menemui para petani sawah di Kecamatan Poso Pesisir Bersaudara. Petani mengeluhkan kondisi hasil panen beras yang sulit untuk dijual. Minggu (28/9/2025).

Untuk diketahui, para petani sawah dalam dua bulan terakhir khususnya di wilayah Kecamatan Poso Pesisir sukses dan meningkat hasil panen beras mereka, namun ribuan ton beras hasil panen di 3 desa Kecamatan Poso Pesisir yaitu Desa Masamba, Sa’atu, Pinedapa dan sekitarnya sulit mendapatkan pembeli.

Dihadapan para petani, Ma’mur Lapido anggota Komisi 2 DPRD Poso ini mendengar langsung keluhan, keresahan hingga kekecewan petani terhadap hasil panen beras.

Demi aspirasi masyarakat, anggota DPRD Poso dari Golkar ini menghubungi pihak Bulog Poso yang sebelumnya telah berkordinasi dengan Kadis Pertanian Poso, untuk mencari solusi terkait keluhan petani sawah.

Kepala Bulog Kabupaten Poso bersama timnya, kemudian datang meninjau beras hasil panen petani di Kecamatan Poso Pesisir Bersaudara.

Kabulog mengunjungi sejumlah gudang dan tempat penggilingan, yang tersimpan beras hasil panen petani.

Kepada wartawan, Ma’mur Lapido mengatakan, sebagai wujud kepedulian atas keresahan petani sawah langsung bergerak cepat untuk mencari solusi.

“Para petani sawah menyampaikan unek-uneknya ke saya, kendala petani hadapi sudah 2 bulan usai panen pembeli beras itu tidak ada. Sangat sedikit warga yang datang membeli beras dari hasil panen petani,” ucapnya.

Menurut Ma’mur, tidak adanya pembeli, akhirnya ribuan ton beras hasil panen menumpuk disejumlah tempat gilingan maupun gudang penyimpanan di Kecamatan Poso Pesisir, sehingga kondisi ini membuat petani merasa sedih dan kecewa sudah berharap mendapatkan uang dari hasil panen tapi tidak ada pembeli.

“Ada sekitar 3000 ton beras di tempat penggilingan padi maupun gudang dari 3 desa beras tertumpuk. Tidak ada yang beli baik pembeli dari lokal maupun luar Poso,” sebutnya.

Setelah Kepala Bulog Poso, Iskandar bersama tim meninjau dan meneliti beras hasil panen petani, pihak Bulog menyebut jika beras yang dihasilkan petani Poso Pesisir beras dengan kategori medium, layak dijual dan dikonsumsi.

Pihak Bulog Poso akan berkordinasi dengan Pemda secepatnya mencari solusi terkait permasalahan petani tersebut.

Ma’mur Lapido berharap, peninjuan yang dilakukan Bulog Poso, bisa ada langkah serius terutama mengambil dan membeli beras-beras petani untuk keberlanjutan kehidupan petani di wilayah Poso Pesisir Bersaudara.

“Saya mendengar aspirasi masyarakat mewakili petani sawah di Dapil 4 Poso Pesisir Bersaudara dan berharap Bulog bisa mengambil beras-beras petani. Saya juga mengapresiasi gerak cepat pak Iskandar Kepala Bulog Poso dan tim merespon keluhan petani,” pungkasnya.(RyN)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

You cannot copy content of this page