Hukum dan Kriminal

Punya Bukti Rekaman, Orang Tua Santri Korban Bullying Sebut Pimpinan Ponpes Bohongi Publik

SWARAQTA- Orang tua anak yang diduga menjadi korban pembulian mengaku, jika pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Yayasan Buhari Baabul Khair Kabupaten Poso, Sulteng, telah melakukan pembohongan publik.

Hal itu disampaikan A orang tua korban santri ASK (13) menanggapi klarifikasi pemberitaan yang disampaikan pimpinan Ponpes Baabul Khair, Abdu Umar.

“Saya menanggapi klarifikasi berita yang disampaikan terkait adanya dugaan praktek pembulian dan perkelahian antara santri kelas 1 yang di provokatori oleh beberapa santri senior kelas 2 yang terjadi di dalam lingkungan Ponpes Baabul Khair,” ungkap A kepada wartawan, Sabtu malam (23/8/2025).

Orang tua santri ASK menyebut, pimpinan Ponpes telah memberikan keterangan palsu kepada publik melalui berita di sejumlah media.

“Pimpinan Ponpes telah membohongi publik, pasalnya kami memiliki alat bukti berupa rekaman video pengakuan dan pernyataan pimpinan pondok pesantren pada 18 Agustus 2025 bertempat di ruang SPKT Polres Poso yang disaksikan oleh beberapa saksi,” ucap A orang tua korban sambil menunjukan bukti rekaman kepada wartawan.

Dengan jelas dalam bukti vidieo rekaman yang bersangkutan pimpinan Ponpes mengakui telah bersalah.

Orang tua korban dengan tegas menyampaikan, jika ASK santri yang menjadi korban dugaan pembulian oleh senior-seniornya serta terjadi kontak fisik dengan teman seangkatannya, telah menyebabkan luka lebam dan telah di visum.

“Yang bersangkutan telah mengetahui dan menerima laporan bahwa para santri tersebut telah dikumpulkan dan diperiksa oleh pihak Ponpes Baabul Khair. Kemudian menemukan adanya bekas pada lengan anak-anak santri tersebut. Dan dalam hal ini pimpinan pondok menegaskan, dengan suara lantang dalam bukti video rekaman telah menyatakan dirinya sebagai pimpinan Pondok Pesantren Baabul Khair bersalah,” kata A orang tua korban.

Maka dasar pernyataan itulah, selaku orang tua dari santri ASK yang menjadi korban melanjutkan laporan tersebut untuk diproses hukum menuntut pertanggung jawaban dalam hal ini ustad Abdu Umar pimpinan Ponpes Baabul Khair, karena kejadian dugaan bullying terjadi di lingkungan Ponpes.

Kini orang tua korban telah menyerahkan bukti video pengakuan pimpinan Ponpes ke pihak Polres Poso untuk menjadi salah satu tambahan alat bukti dalam proses penyelidikan.

Sebelumnya Abdu Umar, pimpinan Ponpes Yayasan Buhari Baabul Khair sudah memberikan klarifikasi kepada wartawan, telah membantah atas dugaan terjadinya bullying di lingkup Ponpes.(RyN)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

You cannot copy content of this page