Ponpes Baabul Khair Poso Sosialisasi Kekerasan Anak, Agar Santri Terlindungi
SWARAQTA- Pondok Pesantren (Ponpes) Yayasan Buhari Baabul Khair Kelurahan Moengko, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, Sulteng, menggelar sosial tentang kekerasan anak.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel 77, Jalan Pulau Seram, Kelurahan Gebang Rejo, Kecamatan Poso Kota. Sabtu (23/8/2025), yang dihadiri orang tua/wali santri, para santri Ponpes Baabul Khair dan pengurus ponpes.
Turut hadir pemateri dari Kantor Kementerian Agama Poso, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Poso serta Satuan Binmas Polres Poso.
Abdu Umar, Pimpinan Ponpes Yayasan Buhari Baabul Khair mengatakan, sosialisasi kekerasan anak dilaksanakan, bertujuan dalam rangka meningkatkan kewaspadaan kita terhadap kekerasan anak, agar anak santri aman, terlindungi dan nyaman saat belajar terutama dalam menghafal Alquran di pondok pesantren.
“Kegiatan ini rutin dilaksanakan sejak tahun lalu, Insya Allah akan dilaksanakan terus ini demi untuk anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa dan negara,” harapnya.
Menurut Ustad Abdu Umar, sosialisasi kekerasan terhadap anak sangat mendapat support dari masyarakat, terutama pihak orang tua yang anaknya masih dalam pengasuhan Ponpes Baabul Khair Poso.
“Ponpes kami masih banyak yang diminati. Terbukti setelah 3 bulan lalu dikeluarkan tiga orang santri masuk 9 orang. Setelah itu dua hari yang lalu keluar 2 orang santri tapi masuk lagi 3 orang. Insya Allah pondok pesantren Baabul Khair akan tetap kokoh dan eksis memperjuangkan kualitas anak santri Insya Allah,” ucap Abdu Umar.
Selain dilaksanakan di hotel 77, sosialisasi tentang kekerasan anak juga berlanjut di pondok pesantren yang antusias diikuti para santri.(RyN)



