Netizen Geram Pemukulan di SPBU Moengko Poso Damai, Begini Kata Polisi
SWARAQTA- Kasus pemukulan yang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Moengko, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, berujung damai.
Masalah ini pun, membuat para netizen dimedia sosial geram dan tidak terima kasus pemukulan akhirnya mediasi damai.
Untuk diketahui, seorang sopir warga kota Makassar, Sulsel bernama Mansah Putra babak belur dihajar saat hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Moengko.
Kepada wartawan, Kasat Reskrim Polres Poso, IPTU I Made Deva menyampaikan, jika kasus tersebut akhirnya damai antara pelaku pemukulan dan korban.
Kronologis kejadiannya Jumat 19 Desember 2025 jam 15.15 Wita di SPBU Moengko Poso saat antrian kendaraan.
Berawal korban Mansah Putra yang tengah mengendarai mobil pengangkut Alat Kesehatan (Alkes) menuju Gorontalo, meminta kebijakan ke pihak SPBU Moengko untuk diisi BBM agar cepat tanpa mengantri.
Namun pihak operator SPBU Moengko menyarankan untuk mengkordinasikan hal itu ke pimpinan kantor yang ada di SPBU.
“Korban ini meminta tolong ke operator SPBU agar diisi cepat, hal itu dilakukan korban mengingat barang bawaanya Alkes sudah ditunggu di Gorontalo, takut terjadi barang-barang yang rusak, sehingga minta cepat diisi mobil korban,” ucap Kasat, Senin (22/12/2025).
Korban kemudian pergi ke lokasi kantor di SPBU Moengko untuk meminta kebijakan agar mobil yang ia kendarai diisi terlebih dahulu tanpa mengantri, tapi setiba dikantor tersebut korban tidak menemui yang dimaksud.
“Pada saat korban pergi di kantor tidak ada orang yang akan ditemui, hingga akhirnya terjadi adu mulut antara operator SPBU dan korban,” jelasnya.
Kasat Deva mengatakan, korban kemudian mengambil handphone untuk memotret barang bawaanya, dengan maksud sebagai bukti dokumentasi memberitahukan ke tempat tujuan bahwa ada keterlambatan sedang antri di SPBU Moengko.
“Korban mendokumentasikan, ambil foto saat sedang antri, operator pihak SPBU Moengko tidak terima hingga terjadi pemukulan,” ungkap Kasat.
Operator SPBU sang pelaku bernama Irfan Wounde, marah tidak terima jika korban merekam atau mendokumentasikan, korban lalu dipukul babak belur mengalami pendarahan di hidung.
“Korban Mansah Putra ini pada hari Minggu sempat ke Polres melapor dan telah divisum. Ia meminta kasus ini berdamai, karena korban hanya melintas bukan warga asli Poso. Karena korban mengaku jarak yang jauh harus menghabiskan waktu yang lama jika ikuti proses hukumnya,” tegas Kasat.
Pihak Satreskrim Polres Poso, kemudian melakukan mediasi damai antara pelaku pemukulan Irfan Wounde warga Poso dan korban Mansah Putra asal Makassar.
Pihak kepolisian juga akan melakukan tindak tegas bagi pelaku penyimpangan BBM, dan akan berkordinasi dengan Pemda Poso serta pihak SPBU terkait aturan pengisian jerigen.(RyaNdar)



