Belasan Pelajar di Poso Sakit Perut Usai Konsumsi Makanan Gratis, Dilarikan Ke IGD
SWARAQTA- Sebanyak 19 pelajar Sekolah Dasar (SD) di Desa Watuawu Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, terpaksa dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Tagolu setelah mengalami gejala sakit perut, diduga usai mengkonsumi nasi goreng program Presiden RI Prabowo Makan Bergizi Gratis (MBG).
Perisitiwa ini terjadi Jumat pagi (17/10/2025), menghebohkan pihak sekolah dan masyarakat.
AIPDA Saud Limbong anggota Bhabinkamtibmas Watuawu mengatakan, para pelajar itu berasal dari dua sekolah dasar berbeda yang mengeluh merasakan mual dan sakit perut.
“Ada 19 orang, yaitu dari SDN 1 sembilan orang dan SDN 2 sepuluh orang,” ucapnya kepada wartawan.
Sementara itu menurut Ronald sebagai pendamping untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tagolu, bahwa nasi goreng yang dibagikan kepada para siswa masih dalam kondisi panas ditaruh dalam wadah stainless steel yang kedap udara.
“Dugaan dari pemroduksian mungkin nasinya itu masih hangat, karena alat makannya stainless makanya kedap udara, jadi udara tidak keluar. Jadi tidak ada aspek lain yang mempengaruhi nasi tersebut, jadi masih dalam keadaan panas,” kata Ronald.
AJ salah satu pihak SPPG di wilayah Tagolu yang memasok makan bergizi gratis di SDN 1 dan SDN 2 Watuawu mengakui, penyajian MBG oleh pihaknya sudah sesuai standar operasi prosedur.
Dinas Kesehatan Poso kemudian mendatangi SPPG tersebut untuk mengambil sampel makanan dan diperiksa di laboratorium.
Peter, Dokter di Puskesmas Tagolu menyebut ke 19 pelajar yang mengeluh sakit perut, mengalami dispepsia.
“Diagnosisnya dispepsia mungkin karena makanannya yang kurang baik, karena tadi kita cium tadi agak bau basi begitu,” ungkapnya.
Dokter Peter menyampaikan, jika keluhan yang dirasakan pasien adalah perut melilit, ada yang disertai muntah dan juga yang tidak disertai muntah.
Setelah dirawat selama hampir satu jam, para pelajar itu diperbolehkan untuk kembali ke rumah.(RyiaND)



