Perjalanan Terjemahan Alkitab Hadir di Pameran STT GKST Tentena
SWARAQTA- Pameran Pekan Alkitab 2026 yang digelar di Aula Sekolah Tinggi Teologi (STT) GKST Tentena, Kelurahan Pamona, Kecamatan Pamona Puselemba, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah ramai dihadiri umat Tuhan.
Sangat antusias peserta yang hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari, tanggal 21 hingga 23 Oktober 2026. Kegiatan pameran ini kolaborasi LAI dan STT GKST Tentena yang dipadati pengunjung.
Salah satu yang paling menarik perhatian adalah pameran koleksi Museum Alkitab Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) yang diboyong langsung dari Jakarta.
Koleksi-koleksi langka tersebut dipamerkan untuk pertama kalinya di Kota Tentena, dan menjadi jendela sejarah perjalanan Alkitab masuk ke Nusantara.
Salah satu koleksi yang mencuri perhatian adalah replika Kitab Matius Diglot Belanda-Melayu terjemahan A.C. Ruyl. Kitab ini diterjemahkan pada tahun 1612 dan diterbitkan pada tahun 1629 di Enkhuizen, Belanda.
Penerbitannya menjadi tonggak sejarah penting, karena untuk pertama kalinya Alkitab diterjemahkan ke dalam bahasa di luar rumpun bahasa Eropa.
Kepala Perwakilan LAI Manado, Ansye Wattimury, mengatakan pameran ini sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman iman yang lebih dekat dan menarik bagi umat.
Menurutnya, Pekan Alkitab ini bertujuan mengajak umat lebih dekat dengan Alkitab dan mengenal isi Alkitab dengan cara yang lebih menarik.
“Kami memperkenalkan benda-benda Alkitab yang ada di dalam Alkitab. Itu dibawa langsung koleksi museum LAI. Jadi umat selain mengetahui teks Alkitab, juga benda-benda di dalam Alkitab itu kami bawa ke sini,” jelasnya, Rabu (21/10/2026).
Ruang pameran tampak dipadati peserta kegiatan dan tamu undangan. Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setdakab Poso, Alfred Suangga, terlihat serius mengamati satu per satu koleksi yang dipamerkan.
Ansye berharap, melalui Pekan Alkitab 2026 ini, umat di Tentena dan sekitarnya semakin mencintai Firman Tuhan dalam berbagai bentuk dan bahasa.
Salah satu anak muda, Clara mengaku, melihat pameran ini sangat senang dan mendapat inspirasi baru dalam menjalani hidup dengan berpegang pada Alkitab.
“Semoga jadi inspirasi anak muda, dan kegiatan bisa terus dilaksanakan,” pungkasnya.(Ryandar)



