Pendidikan

Kesbangpol Poso Bekali Anggota Paskibraka Tentang Pancasila Jelang Pengibaran Bendera HUT RI ke-80

SWARAQTA-Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Poso, Sulteng, menggelar Kemah Harmoni Pemuda Poso Tahun 2025. Selasa malam (15/7/2025).

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari tanggal 15–16 Juli 2025 berlokasi di Ria Beach, Kelurahan Moengko, Kecamatan Poso Kota, dengan Tema “Sintuwu Maroso Dalam Bingkai Pancasila”.

Para peserta yang hadir dalam Kemah Harmoni Pemuda ini, sekitar 100 peserta yaitu anggota Paskibraka Poso yang akan bertugas di HUT ke 80 Kemerdekaan RI tahun 2025, para pelatih, Purna Paskibraka dan kaum milenial lainnya.

Acara pembukaan dimulai pukul 20.30 Wita dihadiri Sekretaris Badan Kesbangpol Kab. Poso, Rahmat Pahe, S.H, Kabid Pembinaan Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Kewaspadaan Dini Daerah Adriana Oktavin Richard, S.H., M.A.P, dan sebagai narasumber Ustadz Reza.

Dalam sambutannya, Rahmat Pahe menyampaikan bahwa selain Kemah Harmoni, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan bina mosintuwu dan bina akrab untuk mempererat keakraban antara peserta dan pelatih.

Sekretaris Rahmat Pahe menegaskan pentingnya menjaga disiplin dan mengingatkan agar tidak ada pelanggaran seperti yang terjadi sebelumnya. Ia meyakini dengan kebersamaan dan kekompakan, seluruh rangkaian kegiatan akan berjalan sukses sesuai harapan.

Sementara itu, Ustadz Reza, yang menjadi pemateri dalam sesi pembekalan, berbagi pengalaman pribadinya yang pernah terjerumus dalam organisasi terlarang Jamaah Islamiah (JI) sebagai Koordinator Wilayah Pos Poso Palu.

Ustad Reza mengingatkan bahwa kelompok radikal sering menjadikan anak muda sebagai sasaran untuk disusupi paham intoleran yang dapat menyesatkan.

“Kelompok radikal kerap membungkus tindakan kekerasan dengan dalih agama, padahal itu bermula dari pemahaman yang salah. Karena itu, generasi muda harus rajin belajar agama dari banyak guru agar mampu membandingkan ajaran yang benar dan yang menyimpang,” tegasnya.

Reza berharap para peserta dapat menumbuhkan rasa solidaritas, saling menjaga, dan saling mengingatkan agar tidak mudah terpengaruh paham radikal.

Selain materi pembekalan, kegiatan juga diisi dengan pemutaran video pendek perjalanan pelatihan Paskibraka Tahun 2025. Acara kemudian ditutup dengan pengarahan oleh pelatih Paskibraka.(RyanD)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

You cannot copy content of this page