Duta Pariwisata Sulteng Ikut Seleksi Polwan 2026
SWARAQTA- Nama Andi Nazalya Hudzaifa kini mencuri perhatian publik. Di usianya yang masih muda, ia tak hanya dikenal sebagai sosok berprestasi, tetapi juga tengah menapaki langkah baru dengan mendaftar sebagai calon Polisi Wanita (Polwan) 2026. Keputusan ini menjadi babak penting dalam perjalanan hidupnya.
Nazalya lahir dari keluarga yang tak asing dengan dunia kepolisian. Ia merupakan putri dari Ajun Komisaris Polisi (AKP) Andi Cakra dan Isnayanti Alamri. Lingkungan keluarga yang disiplin dan penuh dedikasi itu membentuk karakter Nazalya sejak dini.
Perjalanan prestasi Nazalya dimulai sejak masa sekolah. Pada tahun 2022, ia terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Poso. Momen itu menjadi titik awal pembuktian diri bahwa ia mampu berdiri di garis depan membawa nama daerah.
Tak berhenti di situ, pada 2023, Nazalya kembali mencatatkan namanya dalam ajang Putri Danau Poso dengan meraih gelar Persahabatan. Gelar ini menunjukkan bahwa pesonanya bukan hanya pada penampilan, tetapi juga pada kepribadian yang hangat dan mampu membangun relasi.
Puncak perjalanan itu datang pada 2025. Nazalya berhasil menyabet gelar Winner Duta Pariwisata Remaja Sulawesi Tengah. Ia tampil sebagai representasi generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap promosi budaya dan pariwisata daerah.
Langkahnya semakin mantap ketika ia menembus ajang nasional. Dalam kompetisi Duta Pariwisata Nasional 2025, Nazalya sukses meraih posisi 2nd Runner Up. Prestasi ini menjadi bukti bahwa putri daerah dari Poso mampu bersaing di panggung yang lebih luas.
Kini, arah langkah Nazalya berbelok ke jalur pengabdian yang lebih besar. Keputusannya mendaftar sebagai calon Polwan bukan sekadar pilihan karier, melainkan panggilan jiwa.
“Saya ingin mengikuti jejak ayah sekaligus mengabdi untuk masyarakat,” ucap Nazalya penuh semangat. Rabu (8/4/2026).
Di tengah gemerlap prestasi non-akademik yang telah ia raih, Nazalya menunjukkan bahwa menjadi aparat penegak hukum tidak berarti meninggalkan jati diri. Justru, ia membawa bekal pengalaman, kedisiplinan, dan kemampuan komunikasi yang telah ditempa selama ini.
Keberanian Nazalya memilih jalan ini menjadi inspirasi tersendiri, khususnya bagi generasi muda perempuan di Sulawesi Tengah. Ia membuktikan bahwa perempuan bisa tampil di berbagai bidang, dari panggung prestasi hingga garis pengabdian negara.
Langkah Nazalya mungkin baru dimulai, tetapi rekam jejaknya telah memberi sinyal kuat, ia bukan sekadar peserta seleksi, melainkan sosok yang siap membawa perubahan. Di balik seragam yang kelak dikenakan, ada mimpi besar yang sedang diperjuangkan.(RyanD)



