Ribuan Pelayat Iringi Pemakaman Panglima Damai Poso
SWARAQTA- Suasana haru menyelimuti Kabupaten Poso, Sulteng, saat ribuan warga mengantarkan jenazah tokoh kharismatik, almarhum KH. Muh Adnan Arsal, S.Ag, ke tempat pemakaman, Sabtu (28/3/2026).
Prosesi pelepasan jenazah dimulai sejak pagi hari. Berdasarkan laporan hasil rapat Yayasan Wakaf Amanatul Ummah, almarhum sebelumnya dimandikan dan dikafani di Desa Labuan, Wani, usai waktu subuh.
Rombongan jenazah kemudian diberangkatkan dari Labuan menuju Poso pada pukul 07.00 WITA dengan pengawalan dari Patwal Kepolisian serta didampingi keluarga besar.
Antusiasme masyarakat terlihat di beberapa titik penjemputan. Di wilayah Tumora dan Pertigaan Ratolene, teriakan takbir pun terdengar saat massa sudah bersiap sejak pukul 08.00 WITA untuk menyambut iring-iringan ambulans yang membawa jenazah sang Kiai, rombongan tiba di Poso sebelum waktu sholat dzuhur.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk pengurus Yayasan Wakaf Amanatul Ummah Poso, perwakilan Pemda Poso, Ketua MUI Kabupaten Poso, serta Kepala Kementerian Agama Kabupaten Poso.
Usai acara pelepasan, jenazah dishalatkan di Masjid Baiturrahman Masjid Raya Poso. Ribuan pelayat tampak memadati masjid dan area sekitarnya untuk memberikan penghormatan terakhir.
Iring-iringan kemudian bergerak menuju pemakaman menuju arah pasar baru Jalan Pulau Irian Jaya, di Lokasi Pemakaman Muslim di Kelurahan Gebangrejo. Seluruh rangkaian prosesi berjalan dengan khidmat.
Kepergian KH. Muh Adnan Arsal meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Poso, mengingat jasa-jasa beliau dalam pembinaan umat melalui Yayasan Wakaf Amanatul Ummah.
Nama Adnan Arsal tidak bisa dilepaskan dari sejarah perdamaian di Kabupaten Poso. Ia merupakan salah satu tokoh utama dalam Deklarasi Malino tahun 2001, sebuah momentum bersejarah yang mengakhiri konflik komunal di Poso yang difasilitasi oleh Jusuf Kalla.
Dedikasinya dalam merajut kembali tali persaudaraan pasca konflik membuatnya dijuluki sebagai “Panglima Damai Poso”. Ketegasannya dalam berdakwah yang dibarengi dengan semangat rekonsiliasi menjadikannya figur yang sangat dihormati, baik oleh kalangan muslim maupun komunitas lintas agama.(RyanD)



