Lifestyle

Nuansa Humanis Warnai Penyampaian Aspirasi Pemuda Poso, Duduk Bersila Dengan Forkopimda

SWARAQTA- Puluhan pemuda di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menggelar aksi solidaritas dan doa bersama lintas agama di depan Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Poso, Rabu sore (3/9/2025).

Puluhan pemuda tersebut, tergabung dalam 5 organisasi yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND), Gerakan Pemuda Kristen Indonesia (GMKI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Para massa aksi datang untuk menyampaikan aspirasinya, sama seperti aksi-aksi unjuk rasa yang juga digelar disejumlah daerah, wujud kepedulian atas kejadian yang menimpa Indonesia saat ini.

Puluhan massa aksi diterima Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Poso. Mereka kemudian, bersama massa aksi duduk bersila di Jalan Transulawesi untuk mendengar aspirasi.

Moh. Akbar Badjeber perwakilan massa aksi sambil menggunakan pengeras suara menegaskan, ketika negara Indonesia terjadi konflik, Poso juga hadir turun ke jalan menyampaikan aspirasi dan kepedulian atas peristiwa yang terjadi saat ini.

“Ada 5 poin tuntutan yang kami akan sampaikan dalam aksi ini. Semoga ini bisa menjadi perhatian bersama,” kata Akbar Badjeber.

Dalam tuntutannya, massa aksi menyampaikan keprihatinan yang mendalam dan belasungkawa atas meninggalnya delapan orang saat aksi demo terjadi.

Massa aksi mendesak penegak hukum terkhusus pihak kepolisian untuk selalu profesional, humanis dan mengedepankan SOP penanganan aksi masa dalam menyampaikan aspirasinya.

Meminta aparat kepolisian agar segera membebaskan massa aksi yang ditangkap dalam rentan waktu dari tanggal 25-31 Agustus, yang berjumlah kurang lebih 3.195 orang

Selain itu dalam tuntutanya massa aksi para pemuda Poso ini, mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset. Dan akan selalu mengawal pihak eksekutif dan legislatif di Poso, agar lebih bekerja keras dalam program untuk kesejahteraan masyarakat Poso berempati dan memperhatikan kesulitan masyarakat.

Usai menyampaikan tuntutan, kemudian dilanjutkan doa bersama dan penggalangan dana. Aksi di Poso ini pun berjalan humanis, aman dan damai, tidak terjadi gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) jika dibandingkan daerah lain yang terjadi kerusuhan.

Bupati Poso, Verna Inkiriwang mengapresiasi aksi pemuda di Poso berjalan aman dan damai, meskipun sempat dikhawatirkan akan mengganggu situasi keamanan.

Sementara itu, Kapolres Poso, AKBP Alowisius Londar mengatakan, aksi damai yang telah dilakukan para pemuda Poso menunjukan warganya cinta damai dan tidak ingin terpecah belah.

“Aksi hari ini dari Poso untuk Indonesia damai,” pungkasnya.

Dalam kegiatan ini sebanyak 63 personil Brimob, 175 personil Polres Poso dan 33 anggota TNI diterjunkan lakukan pengamanan aksi damai dan doa bersama di Poso.(RiyaanD)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

You cannot copy content of this page