Demi Majunya Unsimar, Pasca Sarjana Prodi PWD Gelar Uji Publik
SWARAQTA- Sekolah Pascasarjana Perencanaan Wilayah dan Perdesaan (PWD) Universitas Sintuwu Maroso (Unsimar) Poso menggelar Uji Publik Dokumen Renstra, Renop dan juga Kurikulum. Kamis (31/7/2025).
Kegiatan ini dilakukan dalam proses mendukung perbaikan dari temuan Tim Evaluasi Kinerja Perguruan Tinggi (EKPT).
Dalam sambutanya Direktur Pasca Sarjana, Dr. Endang Sri Dewi.HS.SP.M.Sc Menyebutkan bahwa sekolah pascasarjana Perencanaan Wilayah Perdesaan hadir sebagai wadah pendidikan magister yang tentu saja memiliki tujuan untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang unggul dan profesional, serta mampu menjawab tantangan pembangunan wilayah pedesaan yang semakin hari semakin komplek dan dinamis.
Menurutnya, bahwa dokumen-dokumen tersebut merupakan refleksi hasil kajian strategis dan proyeksi pengembangan program studi Pascasarjana Perencanaan Wilayah dan Perdesaan kurung waktu 2025-2030.
Melalui Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Dr. Novalita fransisca Tungka, S.S., M.Pd menyampaikan, bahwa sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen untuk mencetak sumber daya manusia unggul, profesional, dan berintegritas. Universitas Sintuwu Maroso terus mendorong pengembangan program studi yang adaptif terhadap dinamika pembangunan lokal, nasional, dan global.
“Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Perdesaan (PWD) hadir sebagai bagian dari upaya strategis kami untuk menjawab tantangan pembangunan desa dan wilayah, khususnya di Sulawesi Tengah dan kawasan Indonesia Timur yang kaya akan potensi, namun juga dihadapkan pada kompleksitas sosial, spasial, dan lingkungan,” ungkapnya.
Dokumen Renstra dan Renop ini menjadi pedoman penting bagi seluruh sivitas akademika program studi Magister PWD dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi secara terencana, terukur, dan berkelanjutan. Di dalamnya telah dirumuskan arah kebijakan strategis, analisis tantangan, serta langkah-langkah penguatan kelembagaan, SDM, kurikulum, hingga strategi pembiayaan dan komunikasi kelembagaan.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim penyusun Renstra, pimpinan Pascasarjana, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta para mitra strategis yang telah memberikan kontribusi pemikiran dan dukungan nyata dalam proses penyusunan dokumen ini,” jelasnya.
Koordinator program studi dr. Yunruth H Marande. S.Sos. M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk menyempurnakan dokumen Renstra dan Renop serta revisi kurikulum yang telah disusun oleh Tim Pascasarjana.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa revisi kurikulum-kurikulum ini disusun sebagai respons atas kebutuhan zaman yang terus berkembang, di mana tantangan pembangunan wilayah dan pedesaan semakin kompleks, multidimensional, dan dinamis. Oleh karena itu, pendekatan interdisipliner menjadi keniscayaan dalam merancang proses pendidikan yang berorientasi pada pemecahan masalah nyata di masyarakat.
“Melalui kurikulum ini, Program Studi PWD berkomitmen membekali mahasiswa dengan dasar keilmuan yang kuat, keterampilan praktis yang adaptif, serta kepekaan sosial dan moral yang tinggi. Kombinasi antara penguasaan teori, kemampuan analisis, dan praktik lapangan diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berkontribusi langsung dalam pembangunan masyarakat yang berkeadilan dan berkelanjutan,” tuturnya.
Disisi lain Ketua Tim Penyusun kurikulum Dr. Andri A. Managanta. SP.M.Si menyampaikan bahwa revisi kurikulum yang dilakukan adalah untuk menjawab tantangan era Society 5.0 dan percepatan digitalisasi pendidikan, strategi utama meliputi penguatan kurikulum berbasis OBE (Outcome-Based Education).
Integrasi nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs) ke dalam mata kuliah inti dan pilihan, serta penerapan pendekatan blended learning, e-learning, dan project-based learning (PBL) untuk mendorong pembelajaran aktif, kolaboratif, dan kontekstual.
Program studi akan terus memperbarui struktur kurikulumnya agar mampu mengakomodasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir, seperti penggunaan teknologi spasial (GIS) dan analisis sosial berbasis data digital, serta pembelajaran tematik berbasis desa dan wilayah lokal sebagai laboratorium kehidupan nyata (living lab).
Seluruh mata kuliah diarahkan untuk mendorong mahasiswa berpikir kritis, analitis, kreatif, dan solutif dalam menyelesaikan permasalahan kompleks wilayah dan perdesaan secara partisipatif. Selain itu, penguatan kompetensi soft skills dan etika profesional, seperti kepemimpinan sosial, komunikasi interdisipliner, serta kerja lintas sektor, juga akan terintegrasi dalam proses pendidikan formal dan nonformal.(RyN)



