Supir Truk Keluhkan Harga Solar Eceran di Sulteng, Kesulitan Ambil di SPBU
SWARAQTA-Sejumlah supir truk mengeluhkan di Sulawesi Tengah (Sulteng) adanya kelangkaan dan sulitnya mendapatkan solar subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Para supir truk harus rela mengantre berjam-jam hingga berhari-hari.
Lebih parahnya lagi, jika tidak mendapat solar di SPBU, para supir terpaksa membeli solar eceran dengan harga yang sangat mahal. Keluhan ini disampaikan para supir kepada jurnalis.
Menurut NY salah satu supir dari Luwuk mengaku, sangat sulit mendapat solar di SPBU.
“Di Pertamina susah harus antri sampai dua hari. Jadi lambat kerja saya banyak tertunda barang bawaan,” ucapnya, Sabtu (19/9/2026).
Keluhan supir lain juga disampaikan oleh OP yang sempat singgah di Poso, mengaku sangat terkejut dengan harga eceran solar begitu mahal.
Kata dia, sudah dua pekan terakhir solar disemua SPBU Sulteng susah didapat, kalaupun ada harus rela antrian selama 2 hari (48 Jam).
“Membuat kami para sopir ekspedisi kesulitan mencari nafkah dan bertemu keluarga,” ungkapnya.
OP supir asal Sulsel ini menyebutkan, jika solar yang di jual eceran dipingiran jalan harganya sangat fantastik dengan harga Rp500.000-Rp550.000 pergalon/32 liter.
“Harganya sangat mahal pak, naik berkali-kali lipat,” keluhnya.
Para supir truk berharap peran pemerintah untuk menstabilkan harga solar, serta mengantisipasi agar tidak terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM).(Ryandar)



