Kesehatan

Stok Obat Habis, Keluarga Pasien ODGJ Keluhkan Pelayanan RSUD Poso

SWARAQTA- Para keluarga pasien gangguan jiwa mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Poso, karena tidak tersedianya stok obat.

DS salah satu keluarga pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) kepada wartawan mengatakan, kalau tidak ada obat sangat membahayakan pihak keluarga pasien.

“Mereka ini ODGJ kalau obatnya habis marah dan mengamuk. Kasihan kami pak,” keluhnya, Kamis (18/6/2026).

JB keluarga pasien ODGJ lainnya menyebut, stok obat tablet bernama Diazepam yang tidak ada di RSUD Poso. Sudah berhari-hari mengantri tapi obat tidak ada.

“Sudah satu minggu lebih obat itu tidak ada di RS Poso. Yang saya tahu ada puluhan pasien ODGJ yang mencari obat Diazepam,” ungkapnya.

Kekurangan atau kekosongan stok obat gangguan jiwa merupakan situasi darurat. Hal ini memicu risiko kekambuhan dan memperburuk kondisi pasien, karena pengobatan bertujuan menyeimbangkan fungsi saraf dan hormon otak.

Resep pasien ODGJ harus minum obat terus menerus, tidak boleh terputus atau terhenti, karena akan beresiko terhadap kondisi pasien.

Terkait hal ini, Direktur RSUD Poso, dr. Jemi Oktavian Walolo dikonfirmasi membenarkan, stok obat untuk pasien ODGJ kosong belum tersedia.

“Iya ada obat yang sementara kosong di gudang kami. Kami sudah lakukan pemesanan tetapi belum dapat disediakan oleh penyedianya,” jelasnya.(Ryandar)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

You cannot copy content of this page